UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Nusa Putra University Hadirkan Harmoni Budaya Internasional

×

Nusa Putra University Hadirkan Harmoni Budaya Internasional

Sebarkan artikel ini
Nusa Putra University Hadirkan Harmoni Budaya Internasional

SUKABUMI — Suasana penuh warna, kehangatan, dan keberagaman terasa begitu kuat di lingkungan Nusa Putra University saat International Cultural Festival (ICF) 2026 digelar meriah. Festival budaya internasional yang diinisiasi oleh International Students Association (ISA) Nusa Putra University tersebut sukses menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara dalam satu ruang persatuan yang dipenuhi pertunjukan seni budaya, kuliner khas dunia, hingga interaksi lintas budaya yang hangat dan penuh makna.

Kegiatan yang menjadi salah satu agenda internasional terbesar kampus tersebut tidak hanya diikuti mahasiswa lokal dan internasional, tetapi juga melibatkan pelajar SMA/SMK, akademisi, serta tamu undangan dari berbagai institusi. Kehadiran perwakilan Kedutaan Besar Zimbabwe turut menambah nuansa diplomasi budaya dalam festival yang berlangsung semarak itu.

Bank bjb Tandamata

Mengusung tema “Praktik Berkelanjutan dalam Budaya Lokal: Seni Tradisional dan Kesadaran Lingkungan – Bagaimana Budaya Membentuk Tanggung Jawab Sosial Masyarakat”, International Cultural Festival 2026 menjadi ruang kolaborasi generasi muda dalam memahami pentingnya budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan dan penguatan nilai kemanusiaan global.

Sejak pagi, area festival dipadati pengunjung yang antusias menikmati berbagai rangkaian acara. Puluhan stan kuliner internasional berjajar menampilkan makanan khas dari berbagai negara. Mahasiswa internasional memperkenalkan hidangan tradisional negaranya masing-masing, sementara mahasiswa Indonesia menghadirkan ragam kuliner nusantara yang memikat perhatian pengunjung.

Aroma rempah dari berbagai masakan dunia berpadu dengan iringan musik dan pertunjukan seni budaya yang tampil silih berganti di atas panggung utama. Pengunjung terlihat antusias mencicipi makanan khas dari Pakistan, Ghana, Zimbabwe, hingga berbagai daerah di Indonesia sambil berinteraksi langsung dengan mahasiswa internasional.

Tidak hanya menjadi ajang hiburan, festival tersebut juga menghadirkan ruang edukasi dan kompetisi bagi generasi muda melalui SDGs High School Essay Competition serta Traditional Art Performance Competition yang diikuti pelajar dari berbagai sekolah.

Rektor Nusa Putra University, Kurniawan, mengapresiasi tinggi pelaksanaan kegiatan yang digagas langsung oleh mahasiswa internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ICF menjadi bukti nyata bahwa keberagaman budaya dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kolaborasi dan saling pengertian antarbangsa.

“Acara ini sangat bagus dan diinisiasi oleh mahasiswa internasional untuk membangun kebersamaan antara mahasiswa lokal dan internasional. Karena melibatkan berbagai negara, kegiatan ini memperkaya bagaimana kita berkolaborasi dan saling memahami antarbangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan mahasiswa internasional dari berbagai negara menjadi modal penting bagi Nusa Putra University dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif dan berwawasan global. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar memahami perbedaan budaya sebagai bagian dari proses menjadi warga dunia.

Sementara itu, Presiden International Students Association (ISA) Nusa Putra University, Danielle Osei asal Ghana, mengatakan bahwa festival tersebut lahir dari semangat mahasiswa internasional untuk menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan yang mempersatukan.

“Tujuan acara ini adalah mengumpulkan orang dari berbagai komunitas dalam satu tempat yang penuh persatuan. Kami ingin membuktikan kepada dunia bahwa ketika orang-orang dari berbagai negara berkumpul, tidak ada konflik yang muncul. Yang ada justru saling memahami dan menghargai satu sama lain,” katanya.

Menurut Danielle, Indonesia merupakan contoh negara yang kaya akan keberagaman budaya dan mampu hidup harmonis di tengah banyaknya perbedaan. Karena itu, mahasiswa internasional ingin turut memperkenalkan budaya dari berbagai negara dan memadukannya dengan semangat toleransi yang telah dimiliki Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya dari berbagai negara dapat hidup berdampingan dengan budaya Indonesia. Dari situlah persatuan dapat terwujud,” tambahnya.

Antusiasme peserta juga terlihat dari para pelajar yang mengikuti rangkaian kegiatan festival. Banyak di antara mereka mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat berkesan karena dapat bertemu langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara.

“Seru banget. Bisa berkenalan dengan banyak orang dan mendapatkan pengalaman baru. Makanannya juga enak-enak dan menarik. Yang paling berkesan adalah bisa bertemu dengan orang-orang dari berbagai negara,” ujar salah seorang pelajar peserta kegiatan.

Kesan serupa disampaikan Elena, mahasiswa internasional asal Pakistan yang membuka stan kuliner negaranya. Ia mengaku bangga dapat memperkenalkan budaya Pakistan melalui makanan tradisional kepada masyarakat Sukabumi.

“Kami memperkenalkan makanan khas Pakistan seperti biryani dan hidangan manis tradisional. Saya juga mencoba makanan dari berbagai negara lainnya dan semuanya sangat lezat. Selain itu, pertunjukan tari dari setiap negara juga sangat menghibur,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, International Cultural Festival 2026 juga mendapatkan apresiasi langsung dari Duta Besar Republik Zimbabwe, Mr. Alfred Mucheuki, yang hadir menyaksikan kemeriahan festival budaya internasional tersebut.