UNIVERSITAS NUSA PUTRA

24 Tim Ikuti Law Debate Competition 2020 Himakum Universitas Nusa Putra, Ini Juaranya!

RADARSUKABUMI.com – Himpunan Mahasiswa Hukum (Himakum) Universitas Nusa Putra (NPU) Sukabumi gelar Final Law Debate Competition (LDC) 2020 di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Sabtu (11/1/2020).

Tema yang diangkat di LDC kedua tahun ini adalah ‘Mewujudkan mahasiswa yg cerdas, kritis dan berkarakter’.

Sebanyak 24 tim dari 12 Program Studi (Prodi) menjadi peserta LDC 2020, masing-masing tim terdiri dari tiga orang mahasiswa. Di final LDC hari ini, empat tim akan bertemu, yaitu tim Prodi Teknik Elektro akan bertemu Prodi Hukum untuk memperebutkan juara kesatu, sedangkan juara ketiga akan diperebutkan oleh Prodi Akutansi dan Prodi Teknik Mesin.

Sehari sebelumnya, Jumat (10/1/2020) sebanyak 24 tim beradu kemampuan di babak penyisihan yang digelar disejumlah ruangan di kampus NPU Sukabumi. Tim debat yang keluar menjadi juara di final hari ini akan diganjar piala bergilir Rektor NPU Sukabumi dan menjadi calon utusan kompetisi debat mahasiswa tingkat Kopertis IV Jawa Barat-Banten. Selain itu, juara satu sampai tiga juga akan mendapatkan hadiah uang dan piagam perhargaan.

Menurut ketua pelaksana LDC 2020, Bobi Graha Dinansyah, meskipun bernama Law Debate Competition atau kompetisi debat hukum, namun materi debat tidak terbatas isu hukum, tetapi meliputi isu ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan, keamanan dan hukum (Ipoleksosbudhankam).

Selanjutnya Bobi mengatakan, tujuan dari acara LDC ini untuk mencetak mahasiswa yang cerdas, kritis dan berkarakter, karena melalui LDC potensi mahasiswa yang mampu melihat suatu peristiwa dari berbagai sudut pandang dapat terlihat.

“Acara LDC 2020 ini juga digelar dalam rangka perayaan Anniversary kedua Himakum,” kata Bobi kepada Radarsukabumi.com sebelum acara.

Dikesempatan sama, pembina kegiatan LDC, CSA Teddy Lesmana menjelaskan, acara ini merupakan salah satu program Kementerian Pendidikan, tujuannya untuk membentuk soft skill mahasiswa, harapannya mahasiswa akan terlatih berpikir logis dan kritis.

Untuk menilai pemenangnya, Teddy menjelaskan, setiap tim penampilan akan dinilai dari empat aspek, tiga aspek diambil dari perorangan, dan satu aspek dari kelompok. Dari aspek individu, lanjut Teddy, yang pertama dari argumentasi yang disampaikannya, lalu metode atau gaya menyerang lawan dalam debat dan yang ketiga gaya personal dalam menyampaikan argumentasi.

“Nah, yang terakhir tentu dinilai dari kekompakan anggota tim antara satu sama lainnya,” ujar Sekretaris Prodi Hukum NPU Sukabumi ini.

Rektor NPU Sukabumi, Dr. Kurniawan, ST.,M.Si.,MM buka final LDC

Acara final LDC ini dibuka oleh Rektor NPU Sukabumi, Dr. Kurniawan, ST.,M.Si.,MM, hadir juga dihadiri oleh perwakilan dari Polres Sukabumi Kota, ketua Peradi DPC Sukabumi, para wakil rektor, ketua Prodi Hukum, para dosen, BEM, Himpunan mahasiswa dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya dipembukaan, Kurniawan memberi apresiasi kepada Prodi Hukum dan Himakum atas acara LDC kedua ini. Selanjutnya, dia mengatakan yang dibutuhkan generasi saat ini adalah membangun soft skill, salah satunya melalui LDC ini. “Saya sering melihat narasi-narasi dalam debat publik, yang terkadang tidak dibarengi ilmu pengetahuan, dan hanya ingin membangun popularitas saja,” kata Kurniawan.

Menurut Kurniawan, seorang debater dalam menyampaikan ide atau gagasannya harus memakai nalar yang berdasarkan ilmu pengetahuan. Karena itu ia berpesan kepada para aktivias kampus NPU Sukabumi, jangan hanya teriak, tetapi baca terus literasinya sehingga debat bisa argumentatif.

“Saya bangga dengan aktivis mahasiswa, jadilah aktivis yang memiliki intelektual, sehingga kata-katanya isa mempengaruhi audiens dan kebijakan pubulik. Di acara ini seharusnya aktivis bisa ikut berlomba, sehingga nanti, ketika debat diluar sana, argumennya akan dinilai berbobot,” papar Kurniawan

Selanjutnya, Kurniawan juga mendukung diadakannya kompetisi debat antar SMA sederajat se Jawa Barat, sebagai tindak lanjut acara LDC. “Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim, acara ini saya nyatakan dibuka,” ucap Kurniawan lalu memukul gong sebanyak tiga kali tanda acara telah dibuka dilanjutkan pemotongan tumpeng.

Acara berlangsung sangat meriah, selain oleh panasnya suasana debat dan teriakan para pendukungnya. Acara juga dimeriahkan oleh stand up comedy, pembacaan puisi, pemutaran video dokumenter, hiburan. Dan tentu saat pengumuman pemenang jadi salah satu momen menengangkan yang ditunggu-tunggu semua peserta.

Hasil akhir final LDC, berdasarkan penilain tim juri, tim Prodi hukum keluar sebagai juara kesatu, dan Prodi teknik elektro harus puas menjadi juara kedua. Sedangkan diperebutan tempat ketiga, tim Prodi mesin berhasilnya memenangkannya, hasil itu menempatkan lawannya, tim Prodi
Akuntansi sebagai juara keempat.

Atas hasil itu, juara kesatu mendapatkan tropy bergilir Rektor NPU Sukabumi dan uang Rp.1 juta, juara kedua mendapatkan uang Rp. 750 ribu, sedangkan juara ketiga mendapatkan uang Rp.500 ribu. Selain tropi dan hadiah uang, semua tim peserta final mendapatkan piagam penghargaan.

Salah satu anggota tim Prodi Hukum, Neng Rani Nabawiyah, mengungkapkan dirinya tidak banyak melakukan persiapan secara personal, menurutnya, karena ini bentuknya tim, dia bersama dua rekannya lebih banyak memperkuat tim untuk membangun kekompakan. “Yang paling penting lagi, sama-sama menghilangkan ego,” ujar mahasiswa angkatan 2019 ini,”.

“Lega rasanya setelah jadi juara, soalnya kan sebelum pertandingan segala macem ngak enak, aslian, makan aja ngak enak, soalnya pertandingan ini membawa nama himpunan juga membawa nama Prodi hukum. Jadi bener-bener lega dan bahagia baget,” tandas Neng Rani.

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button