Pendonor maupun kreator projects sosial, menurutnya nanti akan ditampilkan yang sudah disaring. Difungsikan untuk transparansi agar tak ada dana yang disalahgunakan. “Akan kita share juga ke jejaring sosial maupun grup relawan, untuk menghindari penyalahgunaannya,” ucapnya.
Adi Wibowo, ketua Yayasan Galanggo menambahkan, ini merupakan salah satu inovasi start-up kegiatan akademis mahasiswa UGM. “Dalam konteks ini Galanggo tidak profit oriented, tapi lebih ke misi sosial,” tuturnya.
Dalam hal penggalangan dana, juga menggunakan rekening dari Galanggo karena sudah legal. Selain itu juga menggandeng tim audit agar lebih transparan. (dho/JPC)





