SURABAYA, RADARSUKABUMI.com – Pengembalian uang pada murid dianggap sebagai salah satu solusi atas persoalan kain seragam mahal yang dijual koperasi sekolah.
Anggota Badan Anggaran DPRD Surabaya Reni Astuti menganggap hal itu memungkinkan. Sebab, sudah ada SMP negeri yang melakukannya.
“Dikembalikan semua, Rp2 juta,” kata Reni. Murid yang uang seragamnya dikembalikan tersebut berasal dari keluarga tak mampu.
Ayahnya baru saja meninggal karena penyakit kanker. Kisah tersebut didengar salah satu rekan Reni yang saat itu juga berobat ke RSI Wonokromo.
Reni langsung menanyakan hal tersebut ke Dinas Pendidikan Surabaya. Pihak dispendik langsung berkoordinasi dengan sekolah untuk melakukan pendataan.
Setelah mendatangi tempat tinggal anak tersebut, pihak sekolah memastikan bahwa kondisi orang tuanya memang benar-benar tidak mampu. Anak itu yatim dan belum mendapat bantuan pendidikan dari pemerintah.
Politikus PKS tersebut yakin bahwa masih ada ribuan anak dari keluarga tak mampu yang bernasib serupa. Hal itu terjadi karena ada ribuan siswa yang mengundurkan diri sebagai peserta mitra warga. Mereka mundur karena ingin ikut jalur zonasi reguler.
Ketua DPRD Surabaya Armuji sudah sepekan lalu meminta komisi D untuk mengadakan hearing soal seragam itu. Namun, hingga kemarin dia belum mendapat pengajuan izin untuk mengadakan hearing tersebut. “Pancet ae komisi D iku, mbeler,” ujar Armuji.
Politikus PDIP itu langsung menghubungi Ketua Komisi A DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto. Herlina langsung mengiyakan permintaan rapat hearing tersebut. Sebab, tanggungan komisi A sudah tuntas seluruhnya.
(sal/c11/ano/jpnn)






