“Jumlah siswa yang ada di sekolah ini, ada sekitar 615 siswa. Iya, memang kasihan siswa sekolah kami, mereka belajar dengan cara berdesakan. Tapi, mahu bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain,” bebernya.
Sementara itu, seorang siswa kelas VIII di SMPN I Jampangtengah, Radithya Pratama mengatakan, saat hujan deras, tidak jarang kondisi ruangan kelas untuk tempat belajarnya, kerap digenangi air.
“Iya, karena ada gentingnya pada bocor. Sehingga, saat hujan itu, airnya merembas menggenangi ubin di ruang kelas,” jelasnya.
Untuk itu, sebelum melakukan proses KBM, para siswa terpaksa harus membersihkan genangan air hujan di lantai sekolahnya, akibat bangunan atap sekolah tersebut, bocor.
“Memang sedikit menyita waktu. Apalagi, kalau hujannya lagi proses KBM, sudah jelas itu sangat mengganggu. Makanya, kami berharap pemerintah dapat segera memperbaiki bangunan sekolah ini. Sehingga, belajar kami bisa aman dan nyaman,” pungkasnya. (den/d)






