Dalam pembuatannya, Hafidz mengaku tidak memiliki banyak kendala selain kesibukkan kuliah dan waktunya yang terbatas.
“Kendalanya hanya karena ada tugas kuliah dan juga kita membuat Light Pipe Ceiling ini mendadak, pengerjaannya hanya kurang dari sebulan. Sehingga produknya masih kurang dikembangkan lagi,” ungkapnya.
Untuk ke depannya, tim tersebut berharap agar Light Pipe Ceiling ini bisa diperbaharui lagi sehingga dapat diterapkan secara nyata, kemudian Hafidz juga berharap agar Mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Mercu Buana dapat membuat produk lain yang bermanfaat, khususnya untuk kalangan bawah.
(umb1)



