JAKARTA – Generasi milenial dituntut tak hanya mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun harus mampu menyeimbangkan dengan memiliki pemahaman yang mapan terhadap ilmu keagamaan.
“Di masa depan, generasi muda yang hebat, tidak hanya pintar dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi juga memiliki pemahaman ilmu keagamaan yang memadai,” kata Wakil Ketua PW Anshor Jawa Barat (Jabar) Dedi Hasan Bachtiar seperti dilansir Kantor Berita Pemilu (Jawa Pos Grup), Sabtu, (26/5).
Hal itu disampaikan Dedi saat menghadiri acara diskusi santri dan buka puasa bersama bertema ‘Partisipasi Pondok Pesantren dalam Mensukseskan Kelanjutan Program Pembangunan Nasional’ di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Munawarroh, Garut, Jabar.
Peran ponpes dalam mencetak generasi muda, terang Dedi, tak bisa dipandang enteng sebab ponpes menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda atau santri untuk membangun karakter santri yang menguasai berbagai ilmu. Baik pengetahuan, teknologi, dan ilmu agama.
Menurut anggota DPRD Provinsi Jabar dari Fraksi PDIP itu, jika ketiga ilmu tersebut tidak bisa dikuasai secara seimbang, ujar dia, maka dikhawatirkan akan muncul aksi-aksi yang melampaui batas seperti aksi terorisme dan radikalisme. “Santri yang tidak dibekali dengan pemahaman ilmu keagamaan yang memadai, bisa menjurus pada aksi radikal.”
Sementara itu, pemilik sekaligus Pimpinan Ponpes Al Munawarroh KH Agus M Soleh mengatakan, pembangunan karakter para santri di pondok pesantren sesungguhnya telah sejalan dengan program revolusi mental yang tercantum dalam Nawacita.



