“Tidak kalah penting softskill lainnya yakni bertakwa, berakhlak mulia dan banyak sikap baik lainnya yang dirangkum menjadi berbudi luhur seperti nama universitas ini, ” ujar Paristiyanti Nurwardani.
Dijelaskan, setelah tahun 2018 Kemenristekdikti memberikan hibah untuk program KKN Tematik Citarum Harum, tahun ini Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, memberikan hibah KKN Tematik “Citarum Harum” kepada Universitas Kristen Budi Luhur untuk kedua kalinya.
Program tersebut digelar dalam rangka program Pemerintah Pusat untuk membersihkan Sungai Citarum.
Rektor Universitas Budi Luhur Prof Didik Sulistyanto menyatakan, luar biasa kepercayaan pemerintah kepada Universitas Budi Luhur, sehingga pihaknya terpilih sebagai koordinator sekitar 100 PTS untuk program KKN Citarum Harum.
Ketua Yayasan Pendidikan Kasih Hanggoro menyatakan mendukung penuh program KKN ini karena tidak saja mendidik mahasiswa Universitas Budi Luhur, tetapi juga mendidik masyarakat dalam berbagai aspek, di berbagai wilayah tanah air.
“Kebersihan berkaitan dengan sampah, kesehatan berkaitan dengan jamban, mendidik masyarakat menggunakan IT secara benar, dan banyak lagi manfaat dari program KKN ini,” tandasnya.
(jpnn)




