SUKABUMI – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengirim pelajar dengan perilaku menyimpang ke barak militer sebagai bagian dari pembinaan karakter, mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi.
JFU Pengembang Kesiswaan pada Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Erwan Hermawan, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis dan positif dalam menumbuhkan karakter generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi kebijakan ini. Pendidikan karakter seperti ini harus mendapat dukungan luas karena merupakan upaya nyata dalam membentuk kepribadian siswa yang berkarakter, mandiri dan berprestasi”, kata Erwan kepada Radar Sukabumi pada Kamis (22/05).
Menurutnya, sejauh ini program tersebut baru menyasar siswa SMA dan SMK. Sementara itu, madrasah seperti Madrasah Aliyah (MA) maupun MTs di Kabupaten Sukabumi belum dilibatkan.






