Marsono menegaskan, dari enam sekolah yang ia awasi, SMPN 2 Gegerbitung menghadapi kendala paling berat. “Gangguan sinyal di sini paling parah. Hal ini menghambat pengerjaan ujian sekaligus monitoring online oleh tim pengawas,” jelasnya.
Ia menilai persoalan jaringan internet menjadi tantangan besar dalam pelaksanaan ujian berbasis digital, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur.(wid/d)






