PENDIDIKAN

Hadapi Digital 4.0 dengan Kelas Maya

×

Hadapi Digital 4.0 dengan Kelas Maya

Sebarkan artikel ini
PERKEMBANGAN ZAMAN: Sejumlah pelajar dengan didampingi guru menggunakan fitur-fitur dalam situs KMRB kemarin.

SURABAYA – Empat pelajar SMA Ta’miriyah tampak serius menatap layar laptop.

Mereka sedang menggunakan berbagai fitur yang terdapat dalam situs Kelas Maya Rumah Belajar (KMRB).

Bank bjb Tandamata

Ada yang sibuk membuka berbagai model materi.

Yang lain melakukan diskusi singkat di fitur besutan Kemendikbud tersebut.

Empat pelajar itu tak sendiri.

Bersama mereka juga ada ribuan pelajar dari SD dan SMP Ta’miriyah yang turut serta.

Mereka juga menggunakan laptop untuk mengakses KMRB.

Kegiatan kemarin merupakan bagian dari acara peluncuran kelas digital (digital class) yang dilakukan Yayasan Ta’miriyah, Jalan Indrapura, Krembangan Selatan.

“Seluruh siswa kebagian satu per satu mencoba fitur itu.

Mereka umumnya lebih suka model diskusi.

”Lebih interaktif,” ucap Emadina Safha.

Siswi kelas X SMA Ta’miriyah tersebut kerap berbagi pertanyaan soal model pengelolaan sampah.

Beberapa jawaban temannya cukup memuaskan.

”Karena modelnya itu seperti chat di WA, Kak,” kata Emadina.

Selain diskusi, tersedia modul pembelajaran di fitur tersebut.

Ada banyak bahan yang bisa dibaca siswa dan guru.

Mulai mata pelajaran (mapel) umum hingga buku bergenre kreativitas dan inovasi.

Aksesnya gratis.

Pengguna hanya perlu tersambung secara daring (online).

Tentu harus ada verifikasi dari sekolah.

Hal itu diperlukan untuk mendapatkan username dan password.

”Ini kali pertama kami launching,”
ungkap Jaka Supriyadi, ketua panitia acara.

Dia menambahkan, selain untuk belajar, siswa mengikuti sebagian ulangan sekolah dari fitur
tersebut.

Modelnya pilihan ganda atau esai.

Ketika siswa sudah selesai mengikuti ujian, hasilnya langsung terkoneksi ke guru.

”Jadi memudahkan pekerjaan guru,” ucapnya.

KMRB, jelas Jaka, menjadi semacam pilot project penerapan teknologi in formasi dan komunikasi (TIK) di Ta’miriyah.

Mereka pun sudah meng kaji penerapan fitur tersebut di tahun pelajaran baru.

”Kami berencana memasukkan ke kurikulum,” ujarnya.

Hal itu juga sesuai dengan instruksi Kemendikbud untuk mengikuti model pembelajaran abad ke-21 yang kental dengan teknologi.

”Mereka
kan generasi milenial.

Jadi, modelnya harus berbeda,” tutur Ke pala SMA Ta’miriyah Sucipto.

Apalagi, sekarang sudah zaman digital 4.0 atau generasi keempat.

Sucipto menerangkan, KMRB dapat diakses di mana saja. Baik di laptop, komputer, maupun HP.

Sistemnya secara otomatis akan berhenti setelah pukul 21.00.

Hal itu dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan hal yang lain.

”Sebab, model pembelajaran tidak melulu lewat dunia maya.

Interaksi di dunia nyata juga diperlukan,” tuturnya.

(jar/c9/ano)