Dialasi dengan terpal atau kresek bekas, kemudian diikat dengan tali rapia untuk menanam sayuran. Selain itu, Zidni juga meneliti styrofoam serta botol bekas yang diberi lubang ditambahkan jerami untuk menanam sayuran.
“Ya, tentu saja saya berharap untuk kedepannya agar semua anak-anak Paket B ini bisa menerapkan penelitian tersebut, agar bisa menanam sayuran menggunakan limbah PELITA serta bisa direalisasikan,”harapnya.
Mereka lanjut Zidni, bisa menabung sampah dan bekerja sama dengan tukang rongsok. Itu dilakukan agar mereka sadar akan kebersihan lingkungan sekolah serta lingkungan sekitar.
“Untuk kedepannya agar bisa kerja sama dengan masyarakat sekitar, serta lingkungan hidup,”ungkapnya.
Ia menambahkan, penanaman jenis sayuran tersebut yaitu berupa bayam, kangkung dan daun bawang. Penelitian dilakukan selama enam bulan, serta observasi selama dua minggu, mempelajari terlebih dahulu metode yang digunakan, serta dampak dari penelitian tersebut. Fasilitas yang kurang memadai, menjadi kendala Zidni dalam penelitiannya.
“Tentu saya berharap untuk pemerintah agar memfasilitasi minimal dari lahannya untuk memperluas ruangan, agar bisa memisah dengan Paud SKB, serta fasilitas untuk anak-anak dari UPT SKB ini,”pintanya.
(pkl19/d)


