SUKABUMI – Tingkat kegemaran membaca di Kabupaten Sukabumi berdasarkan hasil pengukuran pada akhir tahun 2023 sebesar 44,46.
Meski angkanya meningkat dari tahun sebelumnya, ternyata hal ini bukan angka menggembirakan bagi Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi.
“Memang benar kalau kita lihat dari sisi angka ada peningkatan bila dibandingkan tahun sebelumnya, akan tetapi ini bukanlah angka yang menggembirakan bagi kami,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Diarpus Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana saat dikonfirmasi Radar Sukabumi, Rabu (31/1).
Hal itu bukan tanpa sebab. Pria yang terkenal akan berbagai inovasi tersebut mengungkapkan lebih jauh terkait kondisi sesungguhnya di Kabupaten Sukabumi.
“Karena di Kabupaten Sukabumi itu tidak tersedia perpustakaan sekolah dan perpustakaan desa, walaupun ada perpustakaan kecamatan lokasinya terlalu jauh dari tempat tinggal pemustaka. Parahnya lagi, jenis bacaan yang ada di perpustakaan terdekat kurang variatif. Jadi antara jumlah buku bacaan, frekuensi membaca dan durasi membaca masih jauh dari harapan,” bebernya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Diarpus Kabupaten Sukabumi berstrategi. Untuk mendongkrak Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) pada tahun 2024, pihaknya kian gencar mendekatkan bahan bacaan pada para pemustaka dengan Perpustakaan Keliling (Pusling).
“Pusling pada bulan Januari 2024 dilakukan hampir di semua wilayah eks kewedanaan. Selama Januari pula, Pusling kami lakukan sebanyak 28 kali, dengan jumlah pemustaka sebanyak 3.416 orang,” tegas Kabid Perpustakaan Diarpus Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, saat ini Diarpus Kabupaten Sukabumi memiliki dua unit kendaraan Pusling yang laik jalan. Satu unit jenis Isuzu Dmax ditempatkan di wilayah III Cicurug, satu unit Hilux ditempatkan di wilayah IV Palabuhanratu.
Hanya saja untuk layanan di wilayah VI saat ini pihaknya terpaksa memfungsikan kendaraan Suzuki Futura lawas yang kondisinya kurang baik, dan wilayah I, II, V dan VII dilayani dengan kendaraan kijang kapsul lama yang juga kondisinya kurang baik.
Kepala Diarpus Kabupaten Sukabumi, Aisyah menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai ikhtiar agar bisa memperoleh kendaraan yang laik fungsi.
“Kami telah mengusulkan kepada pemerintah pusat maupun ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar), supaya bisa memperoleh kendaraan laik fungsi ini,” tutur Kepala Diarpus Kabupaten Sukabumi, Aisyah.
Ia dan jajarannya juga terus berupaya agar nilai TGM Kabupaten Sukabumi bisa mencapai angka di atas 50 pada tahun 2024 dan mencapai angka di atas 60 pada akhir RPJMD.
“Nilai TGM dan IPLM menjadi acuan penting bagi Dinas Arsip dan Perpustakaan juga Dinas Pendidikan, apabila Indonesia termasuk di dalamnya Kabupaten Sukabumi ingin meraih momen Indonesia Emas pada tahun 2045,” tandas Aisyah.(*/sri)






