Data Zonasi, Bantuan Fasilitas Belajar

JAKARTA – Pemberlakuan sistem zonasi dalam layanan pendidikan diyakini bisa membantu sekolah-sekolah yang minim fasilitasnya. Selama ini sekolah-sekolah yang layak mendapatkan bantuan layanan pendidikan kurang tersentuh karena minimnya data.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, dengan sistem zonasi akan memudahkan pemerintah untuk menghitung berapa sekolah yang harus dibantu fasilitas pendidikan. Sebab, tidak ada lagi sekolah yang kelebihan dan kekurang murid.

Bacaan Lainnya

“Selama ini ada sekolah yang muridnya banyak dan ada yang kurang. Yang banyak murid terpaksa harus menambah ruang kelas. Yang kurang murid otomatis tidak mendapat bantuan. Inilah yang membuat kesenjangan antar sekolah makin besar,” kata Muhadjir, Rabu (20/9/2017).

Dia menegaskan zonasi sangat berbeda dengan rayonisasi. Zonasi lebih menitikberatkan pada jarak.Muhadjir mengaku prihatin saat mengetahui seorang pelajar di Jakarta yang terlempar jauh ke Bekasi karena nilainya tidak memenuhi passing grade.

“Anak ini suka sekali masuk sekolah favorit dekat rumahnya. Sayangnya dia gagal karena tidak masuk nominasi. Alhasil anak ini harus ke Bekasi untuk mendapatkan pendidikan lanjutan,” bebernya.

Kondisi inilah yang ingin diubah pemerintah. Menurut Muhadjir, anak-anak yang berada di sekitar sekolah harus jadi prioritas. Cara ini mengurangi sekolah yang minim murid dan kebanyakan siswa.

“Sekolah yang fasilitasnya minim akan dilengkapi dan dibikin bagus sehingga tidak ada sekolah yang jelek. Karena itu semua daerah secepatnya membuat zonasi agar bisa dipetakan sekolah bagus, standar, dan jelek. Yang standar dan jelek akan didongkrak sehingga bagus,” jelasnya.

 

(esy/jpnn)

Pos terkait