SUKABUMI – Ratusan pelajar di SMK Yaspim, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi merayakan kelulusan sekolah dengan menyumbangkan seragam sekolah yang masih layak pakai.
Aksi tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian mereka, khususnya terhadap pelajar yang tidak mampu. Sekaligus bertujuan untuk mengingatkan kepada pelajar lain, agar tidak melakukan aksi corat-coret.
Kepala SMK Yaspim Rosad Furqon mengatakan, sumbangan seragam sekolah ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan di acara perpisahan Yaspim pada Rabu (9/5) di GOR Harapan, tepatnya di Jalan Pramuka, Desa/Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Menurutnya kegiatan ini baru tahun pertama dilakukan di sekolahnya.
“Tahun sebelumnya itu ada beberapa siswa ketahuan corat-coret seragam, nah tahun ini kita rubah tradisi dengan menyumbang baju seragam yang masih layak pakai,”terangnya kepada Radar Sukabumi di sela-sela perpisahan sekolah.
Rosad bersyukur, karena adanya pengertian dan keikhlasan dari para pelajar yang mau menyumbangkan seragam sekolah.
Furqon pun mengecam tindakan para pelajar yang mencorat-coret seragam sekolah, karena dinilai tidak memiliki manfaat.
Bahkan, ia mengancam bagi pelajarnya yang ketahuan mencoret seragam sekolah saat kelulusan maka ijazahnya akan ditahan pihak sekolah.



