Program WCP tahun ini bahkan melebihi target Kemenristekdikti, yakni dari target 70 orang menjadi 115 orang. Dari jumlah tersebut, 67 orang mengikuti Skema A dan 48 orang mengikuti WCP Skema B.
“Artinya sebanyak 10 persen dari total profesor kelas dunia tersebut telah memenuhi h-index Scopus lebih dari 10. Untuk mengikuti Program WCP Skema A, profesor yang bersangkutan harus memiliki h-index Scopus lebih dari atau sama dengan 20.
Sedangkan untuk mengikuti Program WCP Skema B, profesor kelas dunia yang diundang harus memenuhi h-index Scopus lebih dari atau sama dengan 10,” bebernya. Annual Seminar World Class Professor menjadi ajang untuk mengevaluasi capaian Program WCP yang telah berlangsung dari Mei 2018.
Kendati demikian, kegiatan dan lama penelitian bergantung pada kesepakatan kedua belah pihak, yakni dari dua sampai dengan empat bulan. Hingga saat ini, progres sementara dari capaian publikasi yang telah dimonitoring oleh tim pakar WCP sebesar 60 persen.
“Sementara yang berstatus published sebanyak dua, empat revised, satu accepted, 20 under reviewed, dan 35 submitted sebanyak 35. Targetnya program ini bisa menghasilkan 115 publikasi,” papar Dirjen Ghufron.
(esy/jpnn)



