” kalau untuk ke tempat kerja formal seperti pabrik merekan jam kerjanya ada dan dia bisa menjaga dirinya kalau PRT itu tingkat kerawannya tinggi mereka tidak bisa melindungi dirinya sendiri karena berada di rumah itu akhiurnya banyak kejadian kasus kekerasan terhadap pembantu rumah tangga,” terangnya.
Edison pun berharap dengan adanya pelatihan ini calon migran bisa mendapat kerja di luar negeri. (wdy)
Diakuinya untuk kemampuan bahasa migran asal Indonesia masih kalah saing dengan Negara Filipina. Di mana mereka memiliki kemampuan beberapa bahasa termasuk salah satunya bahasa Inggris.
“Kru Indonesia itu terkenal karena keramahannya dan kerjanya juga ulet, makanya kita masih sangat dibutuhkan berbeda dengan negara lain. Hanya saja untuk kemampuan bahasa asing kita masih kurang dan menjadi kendala,” tuturnya.




