“Ini pertandingan terakhir (di kualifikasi Piala Dunia 2026). Saya ingin menyampaikan pesan bahwa tim kami paling kuat. Sebagai tim kami akan menikmatinya,” kata Endo.
Dan, pertandingan melawan Jepang sudah di depan mata. Siapa pun pemain yang diturunkan, apapun formasi yang dipakai, yang lebih penting adalah pembuktian bahwa level Indonesia sudah bukan “anak bawang” lagi di hadapan sang raksasa Asia.
Bermain lepas dan jangan lupakan cakar tajammu, Garuda! Sudah waktunya bermain lebih berani, lebih melawan, dan lebih menyulitkan lawan. Mulai laga dengan kepala tegak, percaya diri, dan penuh kebanggaan. Seperti kata Wiji Thukul dalam puisinya, “Hanya ada satu kata: lawan!. (*)






