Meski begitu, PSG tak kendur meski tanpa Neymar. Mereka yakin bisa meraih kemenangan dengan skor besar sekaligus lolos ke perempat final.
“Ketika salah satu pemain absen, saya yakin itu menjadi kesempatan pemain lain untuk menunjukkan kualitasnya. Kami punya banyak pemain berkualitas dan kami bisa meraih hasil terbaik tanpa Neymar di lapangan,” sebut Emery seperti dilansir Uefa.com.
“Saya ingin warga Prancis mendukung kami. Kami akan membuat sejarah. Kami akan bermain dengan performa terbaik menghadapi Madrid. Saya meminta kepada para pemain untuk bermain dengan kepala tegak dan dengan hati yang besar,” imbuh Emery.
Posisi Neymar bakal diisi Angel Di Maria yang notabene merupakan eks penggawa Madrid. Pemain timnas Argentina itu diharapkan bisa melihat celah kelemahan Madrid lantaran pernah menjadi bagian dari mereka.
PSG tengah berusaha menghapus mimpi buruk pada musim lalu saat disingkirkan Barcelona di babak 16-besar. Kala itu, mereka harus tersingkir meski menang 4-0 pada leg pertama. Pada leg kedua di Camp Nou, PSG kalah 1-6. Semenjak diakuisisi konsorsium Qatar sejak 2011 silam, PSG sukses 4 kali melaju ke perempat final Liga Champions. Artinya, mereka punya pengalaman untuk melakukannya.
Sementara itu, Madrid sendiri tetap memasang kewaspadaan meski mengantongi kemenangan 3-1 pada leg pertama. Bukan apa-apa, di era 1990-an, tepatnya musim 1992-1993, Madrid pernah kalah 1-4 di kandang PSG pada perempat final leg kedua Piala UEFA (kini Liga Europa). Itu menjadi satu-satunya kekalahan Madrid di Parc des Princes.
Pelatih Zinedine Zidane mengakui bahwa timnya akan mendapat perlawanan ketat dan dia menilai timnya akan menderita. Berdasar itu, dia ingin Sergio Ramos cs bisa konsisten sepanjang 90 permainan.



