PERSIBSEPAKBOLA

Latihan Malam

×

Latihan Malam

Sebarkan artikel ini
Supardi Nasir

Liga 1 2019 dipastikan digelar Ramadan.

Ini bukan kali pertama kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia itu digelar saat bulan puasa. Namun baru kali ini awal kompetisi dihadapkan dengan Bulan Ramadan.

Bank bjb Tandamata

Pelatih Persib Bandung, Miljan Radovic, sudah mulai menyusun program latihan yang akan diberikan kepada anak asuhnya di Bulan Ramadan.

Perubahan program dan pola latihan otomatis berlaku di bulan Ramadan.

Sebab kebanyakan pesepakbola di Indonesia harus menjalani ibadah puasa dari pagi hingga petang.

Radovic menuturkan dirinya sudah berkoordinasi dengan tim dokter terkait hal tersebut.

Menurutnya untuk jadwal latihan kemungkinan besar juga akan digeser ke malam hari.

Seperti diketahui Persib biasanya menggelar latihan di pagi hari.

“Kita siap untuk itu, kita sudah bicara dengan dokter, kita adaptasi latihan bisa malam, ganti waktu latihan,” kata pelatih asal Montenegro itu.

Musim lalu, saat menghadapi kompetisi di Bulan Ramadan, Persib yang kala itu dilatih Mario Gomez menggelar latihan pada sore hari.

Namun kali ini tampaknya berbeda, karena Radovic ingin para pemainnya berlatih pada malam hari.

Sebab ia ingin para pemainnya latihan dalam kondisi fit.

“Tidak bisa latihan kalau tidak makan, satu kali malam hari,Kita coba malam.

Kalau sore sepertinya tidak bisa karena mereka harus makan dulu kalau latihan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir, mengomentari gelaran awal kompetisi di Bulan Puasa.

Supardi mengatakan memang akan terasa berbeda, sebab biasanya pertandingan yang berlangsung pada Ramadan digelar saat kompetisi sudah memasuki pertengahan musim.

“Iya baru, biasanya sebelum memasuki Ramadan kita sudah pernah main beberapa pertandingan.

Pasti mungkin ada sedikit berpengaruh tetapi tidak terlalu signifikan lah pengaruhnya.

Jarak berbuka sama kick off kan ada jeda beberapa jam, Insya Allah,” kata pemilik nomor punggung 22 itu.

Meski begitu, Supardi mengaku tak masalah.

Dia tetap antusias menatap kompetisi walau dimulai pada Bulan Ramadan.

Supardi mengatakan, justru merasa lebih nyaman bermain ketika masuk puasa.

Dirinya merasakan badannya jauh lebih ringan, ketika bermain.

“Rata-rata ya kalau yang saya rasakan, pribadi jauh lebih nyaman main di Bulan Puasa itu, karena badan terasa lebih nyaman, ringan.

Capai iya, capai pasti karena ketika bulan puasa adaptasi lagi tubuh,” pungkasnya.

(pra)