Bima menjelaskan, strategi pada laga tadi malam memang sedikit berbeda. Jika pada era Luis Milla banyak memainkan bola-bola dari sisi sayap, melawan Hong Kong tadi malam Hansamu Yama dkk banyak melakukan serangan dari sisi tengah.
’’Sebenarnya sama. Tapi karena Hong Kong ketat di lini pertahanan. Kami memulai serangan dari tengah, untuk transit saja lalu tetap alirkan bola ke sayap,’’ paparnya.
Strategi itu yang akan diperbaikinya. Dia melihat, di Piala AFF 2018 nanti, bek-bek yang akan dihadapi bakal mirip dengan Hong Kong. ’’Ini salah satu opsi untuk melawan tim-tim yang bermain bertahan,’’ ucapnya.
Setelah ini, Bima bakal memulangkan para pemainnya ke klub. Dia berharap pemain bisa lebih berkembang ketika berkompetisi bersama klub. ’’Awal November akan kami panggil lagi. Yang kami panggil sudah merupakan skuad Piala AFF. Mungkin tidak akan ada uji coba karena waktunya mepet,’’ tuturnya.
Selama pemain kembali ke klub, Bima akan memantau lawan-lawannya di Piala AFF nanti. ’’Kami sudah punya kerangka dan gambaran skuad timnas. Tapi kami masih merahasiakan agar menjaga mental pemain,’’ terangnya.
Sementara itu, Pelatih Hong Kong Gary John White mengakui jika Indonesia lebih unggul. Terutama di babak pertama. Dia menerangkan kecepatan dan determinasi pemain timnas menyulitkan timnya untuk berkembang. ’’Untung saja di babak kedua kami bisa bangkit menekan dan akhirnya cetak gol,’’ ungkapnya.
Gary mengatakan kualitas Indonesia hampir selevel dengan Thailand. Bedanya, Thailand lebih punya teknik, sedangkan Indonesia mengandalkan kecepatan. ’’Tapi saya yakin jika Indonesia mempersiapkan diri dengan baik, di Piala AFF nanti bisa sangat bagus,’’ ujarnya.
(rid/bas)



