Saat Gudjohnsen mengulas soal kecepatan, Bola.com menyinggung dua nama pemain Timnas Indonesia yang pada babak pertama sangat cekatan membuka ruang, yaitu sayap kiri, Febri Hariyadi, dan striker, Ilham Udin, sambil menyebut nomor punggung mereka dan meminta pendapat eks bomber Chelsea tersebut. “Tidak-tidak, saya melihat timnas Anda secara keseluruhan tidak satu persatu. Mereka semua bagus, saya tidak punya catatan khusus untuk pemain tertentu,” tegasnya lagi.
Hal yang menarik adalah komentar pemain yang pada 2016 menutup karir profesionalnya di klub Norwegia, Molde, itu soal Timnas Islandia sendiri. Seperti halnya Timnas Indonesia, ia tidak melihat Islandia pun memiliki pemain yang harus diawasi secara khusus.
“Persaingan untuk menembus level tertinggi dalam sepak bola profesional di seluruh dunia sekarang bertambah ketat. Anda harus memiliki talenta, keberuntungan, dan juga kecerdasan untuk bermain di klub papan atas liga-liga terbaik seperti di Inggris dan Spanyol. Saya belum melihat ada pemain Islandia yang punya seluruh persyaratan seperti itu sekarang,” sebut sosok yang pernah berbaju Barcelona di kurun 2006-2009 tersebut.
“Akan tetapi, situasi bisa berubah dan dalam sepak bola segala sesuatu bisa berubah dengan cepat dan tidak ada yang pasti. Siapa tahu dalam 5-10 tahun ke depan ada pemain Islandia yang punya karir sebaik saya.” pungkasnya. (net)



