BULUTANGKIS

Wajah Gregoria Mariska Tunjung Saat Persembahkan Medali Pertama Olimpiade Paris 2024

×

Wajah Gregoria Mariska Tunjung Saat Persembahkan Medali Pertama Olimpiade Paris 2024

Sebarkan artikel ini
Gregoria Mariska Tunjung usai pertandingan melawan An Se Young di semifinal Olimpiade Paris 2024 (instagram BWF)
Gregoria Mariska Tunjung usai pertandingan melawan An Se Young di semifinal Olimpiade Paris 2024 (instagram BWF)

JAKARTA — Indonesia akhirnya mendapat medali pertama Olimpiade Paris 2024 dari cabang bulutangkis melalui tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung. Gregoria melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan Ratchanok Intanon di babak perempat final lewat straight game.

Ia harus menghadapi tunggal putri rangking satu dunia, An Se Young untuk bisa berlaga di partai puncak Olimpiade Paris 2024 cabang olahraga bulutangkis.

Bank bjb Tandamata

Gregoria yang takluk dari An Se Young lewat drama rubber game, harus menghadapi semifinalist lainnya untuk mendapatkan medali perunggu. Partai semifinal antara Carolina Marin dan He Bing Jiao akan menentukan lawan yang akan dihadapi Gregoria untuk mendapat medali perunggu.

Namun, kabar tidak mengenakan dating dari pebulutangkis asal Spanyol tersebut. Marin mengalami cedera saat menghadapi He Bing Jiao. Carolina Marin sudah unggul di game pertama dengan skor 21-14.

Saat dirinya tengah meladeni He Bing Jiao dan berada di posisi memimpin di angka 10-6, cedera menghampiri Marin. Salah pendaratan disebut-sebut membuat cedera ACL Marin kambuh lagi. Alhasil, ia dipaksa untuk menyerah dari laga semifinal Olimpiade Paris 2024.

Dengan Marin yang mengundurkan diri, otomatis pemain asal China, He Bing Jiao lolos ke partai puncak Olimpiade Paris 2024. Saat bertemu dengan awak media, He Bing Jiao mengatakan, dirinya tidak ingin melihat hal semacam ini terjadi.

“Marin bahkan tetap menyemangati saya i akhir pertandingan dan mengatakan gar saya bermain bagus di final,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Gregoria Mariska Tunjung juga berhak atas medali perunggu tunggal putri cabor bulutangkis di Olimpiade Paris 2024. Gregoria menjadi tunggal putri keempat Indonesia yang berhasil mencatatkan namanya sebagai peraih medali Olimpiade.

Sebelumnya, Susi Susanti masih menjadi satu-satunya tunggal putri Indonesia yang meraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992. Selanjutnya, ada Mia Audina yang meraih medali perak di Olimpiade Barcelona 1996 dan Maria Kristin yang meraih medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008.(*)