Ma’ruf juga meminta semua pihak menaati aturan-aturan yang pernah dijalankan pada muktamar sebelumnya. Misalnya, pemilihan rais am menggunakan mekanisme ahlul halli wal aqdi (AHWA) atau musyawarah mufakat.
Sementara itu, pemilihan ketua umum dilakukan dengan cara pemungutan suara oleh pengurus wilayah NU (PWNU), pengurus cabang NU (PCNU), dan pengurus cabang istimewa NU (PCINU).






