“Artinya dengan cara itu, cita-cita kita menjadi negara prodak pangan terbesar di dunia bisa tercapai,” imbuh Wamentan.
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Muhammad Jumadh mengklaim pencapaian ekspor pangan di Lampung cukup baik. Pada 2020 total ekspor di Lampung mencapai Rp 10 triliun. Angka itu naik menjadi Rp 14 triliun hingga November 2021.
Selain itu, untuk mendorong eksportir baru, dirinya memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada para petani milenial. Bimtek itu menjadi sarana untuk mengubah mindset masyarakat yang akan menjadi eksportir dengan menggunakan digital marketing. (jpc)






