Varian Omicron Merebak, Pemerintah Malah Buka Lebar WNA Masuk ke Indonesia

WNA
Sejumlah WNA saat menjalani proses screening untuk penempatan karantina di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (29/11/2021). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, terjadi kenaikan kasus harian pada masa Nataru 2021‒2022. Pada 2020‒2021, kenaikan kasus mencapai 52 persen terhitung mulai 22 Desember 2020 sampai 15 Januari 2021. Dalam masa yang sama pada 2021‒2022, kenaikannya melonjak hingga 258 persen. ”Jadi, ini salah satu faktornya, masuk Omicron,” tutur mantan Mendikbud tersebut.

Bacaan Lainnya

Di bagian lain, setelah meresmikan enam jenis booster pada vaksin Covid-19, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan dua kombinasi atau regimen vaksin booster. Dua regimen itu merupakan jenis heterolog. BPOM melakukan proses evaluasi penggunaan vaksin booster sesuai dengan pengajuan dan ketersediaan data uji klinis.

“Badan POM kembali mengeluarkan persetujuan penggunaan untuk dua regimen booster heterolog pada vaksin Covid-19, yaitu vaksin Pfizer dosis setengah untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca serta vaksin AstraZeneca dosis setengah untuk vaksin primer Sinovac atau dosis penuh untuk vaksin primer Pfizer,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan