varian Omicron Melonjak, Menteri Luhut Tegaskan Bahwa Usia 60 Tahun ke Atas Dilarang Keluar Rumah

vaksin Covid-19
Tenaga kesehatan menyuntikkan dosis ketiga vaksin Covid-19 kepada lansia saat vaksinasi booster Covid-19 di kawasan Poris Plawad, Tangerang, Banten, Jumat (21/1/2022). Pelaksanaan vaksinasi booster Covid-19 dari rumah ke rumah ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi lansia mendapatkan dosis ketiga vaksin Covid-19. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Hasil analisis tentang varian yang berhubungan dengan peningkatan kematian dapat menjadi salah satu masukan bagi pemerintah. Kemudian bisa dianalisis penyebab kematian (cause of death) dengan meneliti kelompok umur yang wafat, jenis kelamin, dan faktor lain seperti ada tidaknya komorbid. Jika ada, diteliti apa jenisnya, status vaksinasi, dan sebagainya.

Bacaan Lainnya

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, yang paling penting saat ini adalah mendeteksi apakah seseorang terinfeksi Covid-19. ”Jadi, tidak perlu terlalu memikirkan soal varian apa yang menginfeksi,” ujarnya.

Wiku menjelaskan, varian virus hanya bisa dipastikan lewat proses whole genome sequencing (WGS). Itu pun tidak akan dilakukan pada semua sampel. Prioritas hanya sampel yang dicurigai dan dipilih oleh pemerintah.

Pada bagian lain, kalangan DPR mendesak pemerintah segera mengevaluasi pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). ”Varian Omicron sudah melonjak. Sehingga sudah saatnya pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh,” tegas anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo kemarin.

Handoyo juga mendesak pembelajaran tatap muka (PTM) di semua jenjang pendidikan dievaluasi. Bahkan bila perlu dihentikan sementara waktu untuk daerah dengan kategori kerawanan tinggi.

Kader PDI Perjuangan itu juga meminta pemerintah kembali menggencarkan protokol kesehatan atau prokes. Dia menilai saat ini sudah begitu banyak masyarakat yang abai dengan prokes tersebut. Padahal, potensi penularan virus masih sangat terbuka. ”Saya pikir kegiatan yang mengundang kerumunan cukup berbahaya saat ini,” kata dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *