Keempat, hasil UNBK dapat segera diketahui karena penilaian hasil ujian dilakukan dengan otomatisasi.
Diakui oleh Teuku Ramli, ada sebagian sekolah yang belum dapat melaksanakan UNBK, karena berbagai keterbatasan seperti minimnya perangkat komputer, terbatasnya jaringan internet, ketersediaan tenaga listrik dan sumberdaya manusia.
Untuk sekolah-sekolah ini, kata Teuku Ramli, sebaiknya tidak memaksakan diri, apalagi sampai membebani orangtua/wali murid.
Klaim Teuku Ramli, soal keunggulan UNBK diamini Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud (Puspendik), Mochamad Abduh.
Abduh memaparkan, data Kemendikbud menunjukkan Indeks Integritas UNBK lebih tinggi dibanding UNKP meski nilai ujiannya cenderung turun. “Turunnya nilai UN itu, tidak perlu dirisaukan,”tutur Abduh.
Krena bagi Pemerintah kejujuran jauh lebih penting, sesuai motto ujian nasional “Prestasi Penting, Jujur yang Utama!”.
Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi X, Ferdiansyah, sepakat sekolah harus didorong untuk selenggarakan UNBK. Karena itu Ferdiansyah meminta pemerintah daerah, terus mengusahakan pemenuhan keperluan yang dibutuhkan.



