“Nah baru satpam pada datang, saya minta maaf disuruh satpam maaf-maafan dulu,” ujarnya.
M mengira kejadian tersebut telah usai. Namun keesokan harinya Selasa (30/8) M dicari seorang pria menanyakan permasalahan yang terjadi. M menjelaskan duduk perkara, orang tersebut akan meluruskan kejadian tersebut dan meminta M jangan pulang dulu agar permasalahan selesai hari itu juga.
“Pas azan magrib, saya dijemput sama dua orang berbeda, enggak dikenal. Saya ikut dibawa ke parkiran tempat ribut di parkiran Adab, keadaan gelap, dibawa kesana ternyata sudah banyak orang,” ujarnya.
Sesampainya di sana, M langsung dikeroyok oleh beberapa orang. Hingga akhirnya M dilerai oleh dosen yang kebetulan melintasi di lokasi kejadian. “Ada yang nyamperin, dan langsug nonjok bagian mulut, saya kan jongkok langsung bangun, nah disitu dimulai pengeroyokan itu, disambut pukulan-pukulan lain dari mana-mana, lihat ke belakang teman saya mau bantu (inisial L) malah kena juga, saya mau ikut membatu dijambak, dibanting, diseret ke ujung dan disiksa lagi,” jelas M. (arif/pojoksatu)




