Total ada 16 instansi yang belum juga mempublikasikan seleksi tahap pertama itu. Ridwan mengaku tidak tahu instansi mana saja yang belum. Dia hanya mengetahui jumlahnya. ”Kami dahulukan 542 instansi yang sudah siap,” ujar dia. Hari ini, juga makin banyak instansi yang akan memulai tes. “Mulai Senin, akan banyak instansi Pemda yang menyelenggarakan SKD,” imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Kementerian Hukum dan HAM Dedet berjanji bakal melakukan pengecekan ke lapangan terkait dengan jadwal seleksi penerimaan CPNS. Meski demikian, pihaknya mengakui bila sejumlah kendala dihadapi panitia. Seperti peralatan dan tempat tes yang terbatas. Hal itu disebabkan lantaran pelaksanaan tes CAT kementerian lain dilakukan bersamaan.
”Jadi peralatan dan tempat yang dimiliki harus bergantian,” ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos, kemarin. Kejadian di Jogjakarta merupakan salah satu akibat dari kendala-kendala tersebut. ”Tes Kemenkumham tidak berdiri sendiri. Soal (ujian, Red) dan pengawas dari BKN. Kemenkumham hanya menerima hasil dari tes,” terangnya.
Kedepan, pihaknya berjanji bakal memperbaiki kendala-kendala yang dihadapi saat ini. Hanya, perbaikan itu harus dilakukan setelah semua persoalan dievaluasi secara menyeluruh. ”Kami terus melakukan perbaikan dan evaluasi supaya pelaksanaan penerimaan CPNS tahun ini dan tahun-tahun berikutnya lebih baik lagi,” imbuh Dedet.
Sementara itu, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) masih terus menerima laporan kendala dari daerah. Terbaru, siang kemarin mereka menerima laporan dari Kota Ternate ada keterlambatan tes CPNS KEmenkumham terlambat lebih dua jam dari jadwal karena kendala pemasangan. Selain itu, dari 210 laptop yang dikirim yang siap hanya 174 unit. Padahal seharusnya terpasang 180 unit.
Ketua Tim ORI untuk penanganan tes CPNS Dominikus Dalu menuturkan berdasarkan laporan yang mereka terima, beberapa laptop juga saling pinjam atau pakai charger. Selain itu, tidak ada laptop cadagangan yang ready. ”Untuk pemasangan laptop dan jaringan, vendor hanya menggunakan tenaga freelance sehingga tidak punya kapasitas untuk memperbaiki atau mengganti charge dan mouse yang rusak,” kata Domi.



