Tenyata Habib Bahar Mualafkan Belasan Orang dan Bikin Kitab Selama di Lapas

Habib Bahar. (ISTIMEWA)

JAKARTAHabib Bahar bin Ali bin Smith telah menghirup udara bebas dari Lemba Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (21/11) lalu. Habib Bahar membagikan kisahnya setelah keluar dari balik penjara akibat kasus penganiayaan.

Bahar menyampaikan, dirinya mualafkan belasan orang saat di Lapas. Yakni memualafkan delapan orang saat menjadi tahanan Polda Jawa Barat. Bahkan saat mendekam di Lapas Cibiong pun terdapat empat orang yang masuk Islam.

Bacaan Lainnya

“Contoh selama di Polda Jabar saya masukkan Islam itu ada empat orang, terus di Lapas Cibinong ada empat,” kata Habib Bahar dalam kanal Youtube, Rabu (1/12).

Bahar juga menyebut, turut membawa tiga narapidana terorisme untuk kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sementara itu, selama mendekam dua bulan di Lapas Nusakambangan, dia juga mengaku mualafkan satu orang.

“Terus di Gunung Sindur ada beberapa juga masuk Islam, tetapi kebanyakan warga asing satu sampai dua orang,” ucap Bahar.

Selain itu, Habib Bahar pun mengakui selama mendekam dibalik jeruji besi bisa mengarang kitab. Dia menamakan karangan kitabnya itu dengan nama Durorul Bahar.

“Kitab khusus buat para penceramah, disitu berisi dalil-dalil, dalil-dalil dari Quran, dalil-dalil hadis, pendapat-pendapat ulama. Disitu ada bab maulid, bab tahlil, bab haul, yakni acara-acara yang pada umum,” ungkap Habib Bahar.

Sebelumnya, Habib Bahar bin Ali bin Smith akhirnya menghirup udara bebas dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Minggu (21/11). Pembebasan Habib Bahar ini dilakukan karena telah selesai menjalani masa hukuman, dalam kasus penganiayaan.

“Yang bersangkutan telah selesai menjalani masa pidana secara murni. Sesuai dengan perhitungannya, pembebasannya jatuh pada hari ini, 21 November 2021,” kata Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Mujiarto dalam keterangannya, Minggu (21/11).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.