Solo-Ngawi Kini Hanya 1,5 Jam

Sebab, jalan tol akan mempercepat akses dari dan menuju destinasi wisata di Solo, Sragen, maupun Ngawi. “Destinasi wisata di sepanjang Solo sampai Ngawi cukup banyak. Di Karanganyar yang terkenal ada Tawangmangu. Di Sragen ada wisata air panas Bayanan, Situs Arkeologi Sangiran, hingga wisata hiking Gunung Kemukus,” kata Rini.

Di Ngawi pun, lanjutnya, tak kalah menarik. Terdapat destinasi wisata sejarah seperti Benteng Van Den Bosch dan Museum Trinil. Wisata peninggalan sejarah lain adalah Rumah Dr Radjiman Wedyodiningrat, tokoh pendiri BPUPKI (Badan Pergerakan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Menurut dia, peningkatan pariwisata akan memberi efek domino ke sektor lain. Misalnya bisnis kuliner, kerajinan tangan, hingga usaha penginapan. Semua akan menggeliat. Kenaikan permintaan untuk layanan barang dan jasa tersebut dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan perekonomian daerah.

Pemerintah akan mendorong sekaligus meningkatkan daya saing produk-produk daerah. BUMN, misalnya, bisa ikut memajukan potensi-potensi tersebut dengan berbagai upaya. “Baik lewat peningkatan pelayanan umum seperti listrik dan telekomunikasi, penyaluran kredit usaha oleh BUMN perbankan, hingga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL),” ujar Rini.

Beberapa saat sebelum tol Sragen – Ngawi diresmikan oleh Joko Widodo, Menteri Rini sempat melakukan seremonial Gowes sepeda sejauh 10 km bersama 1.000 milenial di KM 528 jalan tol Sragen.

 

(far/oni)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *