”Kita tidak berani menyampaikan penyebab kenapa sampai tertembak. Karena kalau yang di WA berseliweran itu kan banyak sekali toh, macem-macem. Ada yang bilang korban tawuran, padahal kan kita nggak tahu persis kenapa,” ujarnya.
Staf Kesiswaan SMKN 4 Semarang Nanang Agus menyampaikan bahwa saat ini masih ada dua siswa lagi yang mengalami trauma. Namun demikian, Nanang belum bersedia menjelaskan perihal trauma yang dimaksud, alasannya belum diizinkan orang tua siswa untuk bertemu.
“Yang MD (meninggal dunia) kelas XI, Teknik Mesin. Yang dua (rekan korban) kelas XI jurusan Tenaga Kelistrikan. Dua temannya juga masih trauma, yang satu masih di Rumah Sakit Tugurejo, yang satu sudah di rumah,” jelasnya.
”Sekolah juga belum bisa mendapat informasi, karena dari pihak keluarga belum mengizinkan untuk ditemui. Pihak sekolah juga tetap menunggu konfirmasi dari orang tua,” tambah Nanang. (*)






