NASIONAL

Simulasi Rekayasa Mudik Lebaran Segera Digelar, Begini Rencananya

×

Simulasi Rekayasa Mudik Lebaran Segera Digelar, Begini Rencananya

Sebarkan artikel ini
Tol Jakarta - Cikampek
Tol Jakarta - Cikampek (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JAKARTA — Jalur tol dari Bekasi dan Jakarta ke arah Cikampek hingga Semarang menjadi titik utama yang diprediksi mengalami kepadatan pada masa mudik Lebaran nanti. Karena itu, skenario di rute tersebut perlu dipersiapkan.

”Beberapa hari ini dilakukan simulasi penerapan rekayasa lalu lintas yang nantinya bisa menjadi rekomendasi yang terukur dalam pengambilan keputusan,” jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Bank bjb Tandamata

Budi menjelaskan, rekayasa lalu lintas ini bisa dimulai pada 28 April. Bisa juga lebih cepat pada 25 April. ”Hasil simulasi ini akan dilaporkan dan direkomendasikan kepada presiden,” katanya.

Sektor darat menjadi yang paling krusial untuk ditangani. Sekitar 47 persen dari 85,5 juta pemudik menggunakan jalur darat dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Jumlah pemudik pada tahun ini meningkat sekitar 45 persen jika dibandingkan dengan mudik 2019 sebelum pandemi Covid-19.

Karena itu, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono sebelumnya menuturkan harus mewaspadai potensi kecelakaan. Pada kendaraan umum, beberapa moda juga tidak beroperasi dalam kurun waktu lama.

”Muncul potensi-potensi kecelakaan transportasi jalan akibat bangkitnya kembali mobilitas masyarakat di satu sisi, sementara di sisi lain ditengarai beberapa aspek pelayanan angkutan umum belum siap sebagai dampak pandemi,” ujarnya.

Penyebab lain kecelakaan adalah kelelahan. Karena itu, KNKT mengimbau tidak mudik dengan motor untuk jarak lebih dari tiga jam.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menuturkan, pemerintah melakukan berbagai persiapan untuk pelaksanaan mudik Lebaran 2022 agar berjalan aman, lancar, dan sehat. Persiapan itu dibahas melalui rapat koordinasi lintas sektor yang sudah dua kali dilaksanakan. Tidak hanya terkait dengan kesehatan, pemerintah juga berupaya menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), gas elpiji, dan bahan pokok selama masa lebaran.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Gatot E. Pramono mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan pos pengamanan, pos pelayanan terpadu, dan gerai vaksinasi di sejumlah titik keramaian dan kerawanan. Pihaknya juga akan menurunkan 144.392 personel untuk melakukan cipta kondisi sebelum dan sesudah Operasi Ketupat terhadap gangguan keamanan yang mungkin muncul. Termasuk dalam percepatan vaksinasi Covid-19.