“Lebih baik salurkan ke posko resmi, hal tersebut salah satu bantuan bagi korban gempa dan petugas serta relawan gabungan dalam menjalankan tugasnya tidak terganggu dengan arus lalulintas yang padat,” kata Doni Hermawan.
Koordinator tangki air Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur, AG Darwin mengatakan upaya maksimal memenuhi kebutuhan air di 50 titik posko pengungsian di Kecamatan Cianjur dan Cugenang, hanya bisa dilakukan satu kali setiap harinya karena jalur menuju lokasi dipadati kendaraan yang hendak menyalurkan bantuan.
“Setiap harinya 16 unit tangki air dengan kapasitas 80 ribu liter kita turunkan setiap harinya, kalau tidak macet di jalur pendistribusian, dalam satu hari kita bisa 2 sampai 3 kali mendistribusikan air bersih ke lokasi pengungsian. Kami minta ada pembatasan dari pihak berwenang,” katanya.(*)






