Sejarah Yayasan ACT yang Diduga Selewengkan Dana Sosial, Ini Sosok Pendirinya

SOSIAL : Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT)
SOSIAL : Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) kota Depok berbagi 50 paket sembako dan 50 beras wakaf, untuk warga kampung pemulung, di Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Rabu (28/4). FOTO : DESDUARY/RADAR DEPOK

Adapun nominal donasi yang diterima ACT sejak 2005 hingga 2020 terpantau melejit.

Berdasasrkan data rincian, laporan perdana yang dirilis 2005, ACT menerima senilai Rp 47.461.501 dari zakat, dan Rp4.249.196.796 dari sumbangan kemanusiaan.

Bacaan Lainnya

Dari jumlah itu, dana yang disalurkan pada masyarakat dalam bentuk zakat senilai Rp900.000 dan sumbangan kemanusiaan Rp2.722.942.955.

Artinya, donasi yang diterima pada 2005 totalnya mencapai Rp4.269.658.276 atau sekitar Rp4,2 Milyar.

Sementara total dana yang disalurkan pada tahun itu hanya Rp2.734.842.955 atau sekitar Rp2,7 Milyar

Dengan demikian, selisih sekitar Rp15 Milyar dalam laporan keuangan digunakan untuk operasional perusahaan, termasuk peningkatan saldo awal lembaga yang semula nol menjadi Rp 591.426.630 atau sekitar Rp591 juta.

Sementara laporan terbaru yang dirilis pada 2020, penerimaan donasi lembaga ini mencapai Rp373.729.275.191 atau sekitar Rp373 Milyar.

Sedangkan total donasi yang disalurkan pada tahun itu mencapai Rp323.896.615.099 atau sekitar Rp323 Milyar.

Adapun selisish sekitar Rp49 Milyar itu digunakan untuk operasional perusahaan sepanjang 2020.(*)

Pos terkait