Sebentar Lagi PPKM Bakal Dihapus, Tapi…

Penumpang kereta api memasuki peron di Stasiun Pasar
LIBUR PANJANG: Penumpang kereta api memasuki peron di Stasiun Pasar Senen di Jakarta, Kamis (22/12/2022). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

JAKARTA — Rencana penghapusan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih dikaji. Mundur dari deadline yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya. Namun, sinyal-sinyal positif penghapusan PPKM kian terasa.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, pihaknya masih membahas secara mendalam hal tersebut. Banyak yang masih terus dikaji. Misalnya indikator pengendalian pandemi, kasus positif Covid-19, kasus kematian akibat Covid-19, tren perawatan, dan angka reproduktif.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pihaknya masih memperhatikan perkembangan dalam momen libur panjang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) ini. Sebab, momen libur panjang kerap dibarengi kenaikan kasus positif Covid-19. ”Iya (ini jadi pertimbangan, Red). Mungkin kita fokus dulu dengan keamanan selama Nataru, kasus tetap terkendali,” ujarnya kemarin (24/12).

Nadia tak berkomentar banyak ketika ditanya apakah kewajiban menggunakan masker saat PPKM jadi dihapus. Termasuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Menurut dia, akan ada pembahasan dan kajian dari tim epidemiologi. ”Baru kemudian kita bahas bersama dengan lintas sektor dan kementerian lain,” ungkapnya.

Meski belum ada keputusan pasti, sinyal-sinyal penghapusan PPKM ini kian menguat. Salah satunya dengan adanya keputusan penutupan operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran atau RS Covid-19. ”Dihentikan operasionalnya per tanggal 31 Desember 2022,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Suharyanto.

Penghentian itu, kata Suharyanto, didasari penurunan kasus Covid-19 di wilayah Indonesia dan mempertimbangkan keterisian kamar rumah sakit. Khususnya di RSDC Wisma Atlet Kemayoran yang jumlah pasiennya berkurang secara signifikan sampai November 2022. Saat ini hanya empat pasien yang dirawat di sana.

Kendati demikian, RSDC Wisma Atlet tidak akan tutup total. Masih ada satu tower yang disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Seperti diketahui, Wisma Atlet Kemayoran merupakan rumah sakit darurat pasien Covid-19 yang sebelumnya merupakan penginapan untuk atlet olahraga. Wisma Atlet Kemayoran beroperasi menjadi rumah sakit Covid-19 mulai Maret 2020.

Kementerian PUPR melakukan sejumlah modifikasi agar penginapan tersebut bisa memiliki sarana dan prasarana layaknya rumah sakit. Sejumlah perusahaan BUMN pun turut andil dalam penyiapannya. Lalu dilakukan rekrutmen besar-besaran untuk relawan tenaga kesehatan guna membantu pasien Covid-19 selama dirawat di sana. Hingga Maret 2022, setidaknya sudah ada 162.966 pasien yang dirawat di sana.(*)

Pos terkait