Sadis, Rekan Bisnis Habisi Pasutri, Istri Korban Hamil Delapan Bulan Mayatnya Diseret-seret

  • Whatsapp

TEGAL – Kasus pembunuhan terhadap pasangan suami istri (pasutri), Hendi Setiawan (31) dan Citra Sari (25) perlahan-lahan mulai terkuak.

Setelah polisi berhasil mengamankan pelaku beberapa jam setelah kejadian, polisi pun mengungkap motif di balik peristiwa sadis itu.

Read More

Dugaan sementara, motif pembunuhan dilatarbelakangi kerjasama antara korban dengan pelaku, AS dalam bisnis penangkaran love bird. Pelaku nekat menghabisi korban, karena ada persoalan dalam bisnis yang mereka jalani.

Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang membenarkan jika pelaku telah berhasil diamankan beberapa jam setelah kejadian. “Pelaku merupakan rekan bisnis korban yang selama ini bekerjasama dalam usaha penangkaran burung love bird.”

Menurut Iqbal, hasil penyelidikan sementara motif pembunuhan dilatarbelakangi permasalahan itu. Meski begitu, penyidik akan terus melakukan upaya pendalaman untuk mengungkap motif dan kronologis pembunuhannya.

Pada saat kejadian, posisi rumah korban berada di pinggir sawah, jauh dari pemukiman warga lainnya. Diduga pelaku sempat menyeret korban yang sudah tidak berdaya.

Itu diketahui dari banyaknya ceceran darah dan potongan rambut. Selain itu, korban Citrawati diketahui tengah mengandung anak pertama, dan sudah memasuki usia kandungan 8 bulan.

“Ada tetangga yang mendengar teriakan dari rumah korban. Namun tidak ada yang menyangka kalau terjadi peristiwa itu,” kata Nurkhasanah, tetangga korban.

Sebelumnya diberitakan, pasangan suami istri (pasutri) di temukan tewas mengenaskan di sebuah rumah di Dukuh Maja Desa Yamansari Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, Rabu (29/7) dinihari WIB. Dugaan sementara keduanya menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal.

Kedua korban yakni Hendi Setiawan dan istrinya, Citra Sari. Peristiwa itu kali pertama diketahui warga sekitar rumah korban.

Sebelum ditemukan tewas, korban Citra Sari sempat berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan itu, sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi kejadian dan berupaya memberikan pertolongan.

Korban kemudian tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia. Ternyata belakangan diketahui korban tengah mengandung delapan bulan.

Sementara suaminya juga ditemukan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamarnya beberapa saat kemudian.
(dhe/pojoksatu/jpr)

Related posts

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *