Rektor IPB University Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi dan UKM

  • Whatsapp
IPB
Rektor IPB University Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi dan UKM Kategori Tokoh Masyarakat

BOGOR – Rektor IPB University Prof Arif Satria, menerima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) tahun 2021 kategori Tokoh Masyarakat. Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-74 tahun 2021, Senin (12/7/2021).

Penghargaan yang disematkan kepada Prof Arif Satria ini adalah bentuk apresiasi Menteri Koperasi dan UKM pada setiap insan koperasi dan UKM yang dinilai sukses mendorong koperasi dan UKM di tanah air. Seperti diketahui bahwa IPB University merupakan salah satu perguruan tinggi yang konsisten dalam memberdayakan UKM pertanian dan koperasi di pedesaan. IPB University selama ini telah memberdayakan UKM pertanian baik di desa lingkar kampus maupun secara nasional.

Bacaan Lainnya

Pemberdayaan oleh IPB Univesity juga dilakukan melalui program Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). SPR bertujuan untuk mengubah mental peternak rakyat agar lebih mandiri. Saat ini sudah ada 43 SPR yang tersebar di 23 kabupaten dan 12 provinsi di Indonesia.

Tak hanya itu, di bawah kepemimpinan Prof Arif Satria, IPB University bekerjasama dengan Astra Internasional juga melakukan pemberdayaan UKM pertanian di Jawa Barat dengan program One Village One CEO (OVOC). Program ini mengkonsolidasikan BUMDes di 53 desa ke pasar modern. Selain itu ada juga program One Village One Innovation (OVOI) yang menguatkan ekonomi desa dengan inovasi. Mulai tahun 2021, jumlah desa yang didampingi meningkat menjadi 300 desa baik Jawa maupun luar Jawa.

Pemberdayaan yang dilakukan IPB University terhadap UKM juga dilakukan melalui Tani Centre yang merupakan Smart Community Development. Ada IPB Digitani (aplikasi penyuluhan digital); Agribusiness and Technology Park (menghubungkan petani dengan Supermarket atau pasar modern dan pendampingan teknologi); dan Data Desa Presisi (memperbaiki kualitas data desa dengan pendekatan Drone Participatory Mapping) di 21 kabupaten di Indonesia sebagai pendukung dalam pemberdayaan UKM pertanian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *