Selain itu, kata Amsal, perlu adanya definisi operasional unsur-unsur integritas yang dapat diukur secara empiris. Sehingga dapat menjadi masukan kebijakan yang dapat digunakan untuk implementasi program pendidikan lainnya.
“Untuk menjawab permasalahan di atas, konsep integritas dalam penelitian ini dirumuskan meliputi dua dimensi yaitu religiusitas dan kebangsaan,” kata Amsal.
“Indeks Integritas yang merupakan komposit religiusitas dan kebangsaan dalam penelitian ini diukur melalui empat nilai fundamental, yaitu: kujujuran, tanggung jawab, toleransi, dan cinta tanah air,” sambungnya.
Koordinator kegiatan survei integritas siswa, Husen Hasan Basri menjelaskan, untuk kelancaran dan akurasi hasil, penyelanggaraan survei melibatkan para pakar lintas sektoral.
Penyusunan instrumen pengumpulan data (IPD) survei ini juga melibatkan para peneliti dan dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui uji pakar, sekaligus dalam tehnik samplingnya melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Survei direncanakan dilakukan pada siswa-siswi pendidikan menegah atas di madrasah dan sekolah, yaitu di Madrasah Aliyah dan SMA,”terang Husen.



