Presiden Jokowi Tinjau Kecamatan Cugenang Terdampak Gempa Terparah

Presiden RI Joko Widodo menemui
Presiden RI Joko Widodo menemui para pengungsi penyintas gempa di SDN 2 Sukamaju, Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). (ANTARA/HO-Biro Setpres)

CIANJUR — Presiden RI Jokowi saat meninjau Kecamatan Cugenang, menurutnya kawasan tersebut terdampak paling parah, terutama untuk rumah yang roboh paling banyak. Korban meninggal juga banyak dari lokasi tersebut.

“Yang paling penting setelah evakuasi selesai, distribusi bantuan sudah bisa menjangkau ke semua lokasi, baru babak berikutnya adalah rehabilitasi untuk rumah-rumah yang rusak berat, sedang maupun ringan,” ujar Jokowi.

Bacaan Lainnya

Bantuan untuk warga sebesar Rp50 juta bagi yang rumahnya rusak berat, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta. Dia mengatakan bantuan akan terdiri beberapa skema. Ada yang nanti dibangun oleh Kementerian PUPR maupun TNI, guna mempercepat proses dan tidak terpaku pada satu skema.

Kedatangan presiden disambut bahagia warga yang mengungsi di posko SDN 2 Sukamulya. Presiden memberikan sejumlah bantuan kebutuhan pokok kepada pengungsi.

Presiden Jokowi juga meninjau posko sosial untuk pemulihan trauma, dimana ia dihibur oleh anak-anak yang bernyanyi lagu “Ojo dibandingke” dan memberikan bantuan makanan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu, naik menjadi 271 orang setelah pada hari sebelum tercatat ada 268 orang.

Laporan BMKG, gempa bumi terjadi pukul 13.21 WIB, Senin, 21 November 2022. Gempa berpusat di 10 km arah barat daya dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kedalaman gempa 10 km. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo memastikan perawatan medis yang diterima oleh para penyintas gempa Kabupaten Cianjur, saat mengunjungi RSUD Sayang, Kamis.

Presiden mengatakan dari 741 pasien di rumah sakit tersebut, sekarang hanya tinggal 24 pasien, karena sudah sebagian dipulangkan, sebagian dirujuk ke Bandung dan Jakarta bagi kasus-kasus berat. “Saya melihat penanganan di sini baik, pasien yang berat dirujuk itu juga baik kemudian yang sudah sembuh juga sudah diperbolehkan pulang,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa yang paling utama dalam tanggap darurat bencana gempa Cianjur yakni penyelamatan, serta evakuasi. Dia juga meminta jajaran relawan untuk melakukan evakuasi pada 39 korban yang masih tertimbun di Cijedil, Kecamatan Cugenang, sebelum hujan turun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *