Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, PT PNM Sukabumi Latih Puluhan Nasabah Soal Produk Olahan Ikan

BERIKAN PELATIHAN: Sejumlah nasabah saat mengikuti Klasterisasi Sektoral Produk Unggulan Olahan Ikan Mekaar Cisande di Kampung Talaga Ikan, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan pada Kamis (24/11). Sementara itu, Pemimpin PT PNM Cabang Sukabumi Resya Apriansyah berfoto bersama para nasabah. FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI

SUKABUMI, RADAR SUKABUMI – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Sukabumi bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Wilayah Jawa Barat dan Bumi Kreatif Institute menggelar kegiatan Klasterisasi Sektoral Produk Unggulan Olahan Ikan Mekaar Cisande di Kampung Talaga Ikan, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/11). Kegiatan tersebut digelar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menjaga ketahanan pangan.

Pemimpin PT PNM Cabang Sukabumi M. Resya Apriansyah mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh 25 orang nasabah asal Kecamatan Caringin untuk memberikan peluang usaha baru kepada para nasabah PNM.

“Kita harap perkembangan dari klaterisasi ini bisa berkembang sesuai tujuan awal perusahaan kami untuk bisa menciptakan nasabah yang kita berikan nama Kampung Madani. Nah, Kampung Madani di sini kita bisa lakukan dengan tahapan awal klasterisasi terlebih dahulu, seperti kegiatan hari ini,” kata
Resya Apriansyah kepada Radar Sukabumi, Kamis (24/11).

Untuk itu, PNM melakukan pembinaan kepada puluhan nasabah untuk memanfaatkan atau menciptakan produk baru dari olahan ikan yang sudah berjalan. Seperti memberikan pemahanan tentang bagaimana caranya agar mereka memiliki prodak baru dari olahan ikan.

“Selain itu, kita ajarkan nasabah kami tentang cara menentukan atau menilai dari hasil prodak yang dihasilkan dan juga memberikan resep apa yang akan menjadi prodak unggulan dari yang dihasilkan oleh nasabah kami,” paparnya.

Resya menegaskan, PT PNM hadir di tengah masyarakat sebagai lembaga pembiayaan tidak hanya bertanggung jawab untuk memberikan modal usaha saja, tetapi memberikan pemahaman atau peningkatan dari pada aktivitas para nasabahnya untuk bisa mempunyai usaha-usaha baru.

“Sehingga kedepannya para nasabah kami mempunyai peningkatan taraf ekonominya. Harapannya dengan kegiatan ini, para nasabah kami mempunyai peluang usaha baru. Sehingga kemampuan perekonomian keluarganya mempunyai peningkatan,” tandasnya.

BERIKAN PELATIHAN: Sejumlah nasabah saat mengikuti Klasterisasi Sektoral Produk Unggulan Olahan Ikan Mekaar Cisande di Kampung Talaga Ikan, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan pada Kamis (24/11). Sementara itu, Pemimpin PT PNM Cabang Sukabumi Resya Apriansyah berfoto bersama para nasabah. FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI

Lebih lanjut, Resya menambahkan, bahwa peluang usaha yang dimaksud selain mengajarkan para nasabahanya untuk dapat mengetahui cara mempunyai produk usaha baru, juga memberikan akses untuk melakukan pemasaran dari prodak tersebut.

“Selain kita sudah bekerjasama dengan Dekranasda, kita pun akan coba kedepannya tentang bagaimana caranya untuk melakukan pemasaran secara online. Sehingga para nasabah kami selain kita berikan peluang usaha juga kita sediakan bagaimana cara melakukan pemasarannya. Tentunya setelah itu bisa berjalan. Harapannya taraf ekonomi para nasabah kami memiliki peningkatan,” bebernya.

Sementara itu, Manajer Kantor Perwakilan BI Jawa Barat, Poppy Sofia mengatakan, pihaknya turut hadir dan terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari program Pangsi atau program Pangan Strategis Terintegrasi yang bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi.

“Jadi pada Agustus 2022 itu, kami bersama pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi melalukan launching ekosistem Pangsi,” katanya.

Untuk itu, lanjut Poppy, kegiatan yang diprakarsai PNM sangat penting karena selain untuk mendongrak pertumbuhan sekonomi masyarakat, juga untuk menjaga ketahanan pangan yang terintegrasi. Kegiatan ini juga merupakan salah satu program implementasi dari kegiatan lounching bersama Bupati Sukabumi.

“Nah, ini kebetukan kegiatan itu salah satunya kepada kelompok substen yang memang baru dalam kelompok berusaha. Dan kita kemarin melakukan pembinaan kepada 22 anggota kelompok substen kelompok ikan di Desa Cicantayan. Jadi kita fasilitasi dengan pemberian bioplog kepada 22 anggota kelompok itu, baik berupa pakannya maupun benihnya,” pungkasnya.¬†(Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *