”Tidak etis, tidak berakhlak, tidak bermoral, orang yang melakukan agenda politik di saat gawat seperti ini,” jelas dia. Selain itu, dia berharap supaya keselamatan masyarakat menjadi prioritas pemerintah.
”Dalam islam dikatakan ada hifdzun nafs, ada hifdzun maal. Yaitu bagaimana menyelamatkan jiwa dulu, baru ekonomi,” tambahnya.
Untuk itu, Said Aqil menekankan supaya pemerintah mengutamakan urusan kesehatan masyarakat di banding hal-hal lainnya. ”Yang paling penting jiwa dulu, nyawa dulu, kesehatan dulu. Dengan sekuat tenaga (diperjuangkan),” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, menyampaikan bahwa pihaknya sudah seirama dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.
Haedar menyatakan, pihaknya sangat mengerti bahwa pagebluk yang terjadi saat ini sangat berbahaya dan mengancam seluruh masyarakat.
Karena itu, PP Muhammadiyah bersyukur pemerintah mengambil langkah-langkah darurat lewat PPKM.
”Kami berharap pemerintah perlu terus konsisten agar PPKM darurat sampe level 4 itu dijaga dan dilaksanakan dengan baik. Tidak perlu ragu karena rakyat membutuhkan kepastian. Sempurna tentu tidak bisa, tapi pilihan-pilihan yang ditempuh pemerintah harus tetap firm.” bebernya.
Senada Ketua KWI Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo menyatakan, KWI mendukung usaha pemerintah bersama TNI, Polri, dan elemen masyarakat lain yang secara mati-matian membantu dan melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19.
”Kami telah mengajak umat untuk memahami situasi yang berat ini, yang membutuhkan kerja sama dan bersatu untuk saling membantu,” kata dia.






