Positif Covid-19, Pemberangkatan Tiga Calon Haji Tertunda

Calon haji di Embarkasi Pondok
Calon haji di Embarkasi Pondok Gede, Jakarta, menaiki bus untuk berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/6). (Asep Firmansyah/Antara)

JAKARTA — Pusat Kesehatan Haji Kemenkes menyatakan, terdapat tiga orang calon haji kloter pertama yang terpaksa tertunda pemberangkatannya ke Tanah Suci. Sebab, mereka dinyatakan positif Covid-19 dari pemeriksaan PCR.

”Data kita paling tidak ada tiga jamaah yang tidak bisa diberangkatkan karena PCR positif,” ujar Kapuskes Haji Kemenkes Budi Sylvana seperti dilansir dari Antara di Embarkasi Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (4/6).

Bacaan Lainnya

Budi merinci ketiga calon haji itu berasal dari dua orang pemberangkatan di Jakarta dan satu pemberangkatan di Surabaya. Mereka akan menjalani karantina selama lima hari dan jadwal keberangkatannya digeser ke kloter lain. Nanti, calon haji yang berada di nomor urut cadangan atau di bawahnya akan mengisi kursi kosong yang ditinggalkan calon haji yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19.

”Tiga (calon haji) itu terpisah, kan, yah, Jakarta dua (orang), Surabaya satu (orang). Otomatis nomor cadangannya itu yang naik, nomor urut di bawahnya naik,” papar Budi.

Untuk teknis pemberangkatan calon haji yang positif Covid-19, mereka akan diisolasi selama lima hari dan dites PCR ulang pada hari keempat karantina. Apabila telah negatif Covid-19, jadwal keberangkatan akan dikoordinasikan dengan Kemenag.

”Hari kelimanya kalau negatif bisa diberangkatkan. Yang penting ada pemeriksaan bahwa PCR-nya negatif itu bisa diberangkatkan. Kalau enggak otoritas Saudi akan menolak. Kalau positif tidak akan diberangkatkan,” ucap Budi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan