Politisi PDIP : Pak Arteria, Apakah Bahasa Sunda Adalah Kejahatan ?

Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko

JAKARTAArteria Dahlan menuai protes dan kecamatan atas pernyataannya meminta Jaksa Agung memecat Kajati pakai bahasa Sunda saat rapat. Ketidaksetujuan atas pernyataan Arteria Dahlan itu bukan saja datang dari kalangan luar, melainkan banyak juga datang dari kolega sesama politisi PDIP.

Salah satunya adalah Budiman Sudjatmiko yang menilai pernyataan Arteria Dahlan itu berlebihan. Menurut Budiman Sudjatmiko, dibanding dipecat, persoalan tersebut patutnya cukup dengan memberi teguran.

Bacaan Lainnya

Itu disampaikan Budiman Sudjatmiko melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (19/1/2022), sebagaimana dikutip PojokSatu.id. “Dalam acara resmi memang harus pakai bahasa Indonesia. Tapi pelanggarannya tak harus dengan diberi sanksi dengan memecat,” cuitnya.

Justru, sambungnya, pemakaian bahasa daerah itu bisa digunakan pada momen-momen tertentu. Yang menurutnya, malah akan makin mengeratkan hubungan antar individu dari suku yang sama.

“Dalam percakapan informal, harus sering-sering menggunakan bahasa daerah dengan rekan sesuku. Baik untuk Indonesia!” tandasnya.

Sebelumnya, politisi PDIP asal Jawa Barat TB Hasanuddin malah berkomentar lebih keras. “Menurut hemat saya berlebihan dan dapat melukai perasaan masyarakat Sunda,” kata Hasanuddin kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).

Anggota Komisi I DPR RI ini menegaskan, pemecatan seseorang dari jabatannya, bukan didasari pada bahasa yang digunakannya. “Pernyataan saudara Arteria ini seolah-olah mengindikasikan bahwa menggunakan bahasa daerah (Sunda) dianggap telah melakukan kejahatan berat dan harus dipecat,” katanya.

“Kenapa harus dipecat? Seperti telah melakukan kejahatan saja,” heran dia.

Karena itu, TB Hasanuddin mengingatkan Arteria Dahlan agar berhati-hati dalam bersikap dan berucap. “Jangan bertingkah arogan. Ingat, setiap saat rakyat akan mengawasi dan menilai kita,” ingatnya.

Tak ketinggalan, pendapat serupa juga diutarakan Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono. Ia mengungkap bahwa dirinya asli berasal dari Indramayu yang tidak memakai bahasa Sunda atau Jawa.

“Namun mempunyai bahasa sendiri, sama halnya dengan Cirebon,” ungkap Ono Surono dalam video yang diterima PojokSatu.id, Selasa (18/1/2022) malam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.