Korban kemudian sempat berlari mundur masuk ke arah dalam rumah hendak mengambil pistolnya namun sebelum tiba ke dalam kamar, Aipda Karnain roboh bersimbah darah. Peristiwa ini terjadi di depan istri dan anak Karnain.
Sementara, setelah merobohkan korban, Aipda Rudy berlari dan meninggalkan TKP. Aipda Karnain dilarikan ke RS Harapan Bunda namun nyawanya sudah tidak tertolong. Provost kemudian menangkap pelaku di rumahnya di Kampung Karang Endah pukul 02.15. Hingga kini belum diketahui motif penembakan tersebut. (*)






