Polisi : Korban penganiayaan Santri di Ponpes Gontor Lebih dari Satu

Gontor
Gontor/ilustrasi-ilustrasi-Unida-gontor

JAKARTA — Kepolisian Resor Ponorogo, Jawa Timur, mengungkapkan, jumlah santri yang menjadi korban dugaan penganiayaan di lingkungan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, lebih dari satu orang. Korban tidak hanya AM, 17, seperti disampaikan pengacara Hotman Paris melalui kanal media sosial Instagram.

”Total ada tiga santri termasuk korban AM. Namun, dua santri lainnya hanya luka-luka,” kata Kapolres Ponorogo Ajun Komisaris Besar Polisi Catur Cahyono seperti dilansir dari Antara di Ponorogo.

Bacaan Lainnya

Menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan fisik dan penganiayaan itu, Kapolres menegaskan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan telah memeriksa tujuh orang saksi. Mereka yang sudah diperiksa terdiri atas dua santri, dua dokter, serta tiga ustad (guru ngaji) Ponpes Gontor 1.

Kasus dugaan kekerasan atau penganiayaan yang mengakibatkan seorang santri berinisial AM, 17, meninggal dunia itu ditindaklanjuti Polres Ponorogo setelah menerima pengaduan dari pihak Ponpes Modern Darussalam Gontor yang diwakili salah satu ustadnya.

Dari pemeriksaan awal diperoleh bukti petunjuk bahwa pemicu terjadinya tindakan kekerasan fisik yang dialami korban AM dan dua orang santri lainnya karena kesalahpahaman dengan santri senior. Namun, Kapolres belum menjelaskan secara rinci motif para senior santri itu tega menganiaya santri juniornya AM hingga meninggal dunia.

”Jadi, pemicunya kesalahpahaman, tapi kami masih akan mendalami lagi karena butuh waktu. Nanti kami sampaikan lebih lanjut motifnya,” terang Catur Cahyono.

Kasus penganiayaan santri asal Palembang, Sumatera Selatan, di Ponpes Modern Darussalam Gontor, itu terungkap pertama kali dari unggahan pengacara Hotman Paris di kanal medsos Instagram, HOTMAN 911, saat menerima pengaduan dari ibunda korban yang menemuinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.