Pinjol Oh Pinjol, Orang Tak Pinjam Malah Dapat Transfer Dana, Ini Buktinya

  • Whatsapp
Ilustrasi Uang (foto/net)

Dugaan lainnya, dia menyebut, yang bersangkutan merupakan korban penyalahgunaan data. “Terkait dengan share nomor rekening di media sosial, informasi nomor rekening saja tidak cukup. Harus diikuti dengan pemberian akses pada seluruh kontak dan galeri agar dalam penagihan bisa melakukan terror dan intimidasi ,” kata Tongam kepada Jawa Pos, kemarin (21/6).

Bacaan Lainnya

Untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan, dia menyarankan, yang bersangkutan untuk menyimpan dana transfer tersebut.

Sehingga, ketika penagihan nanti bisa dikembalikan sesuai nominal. Sekaligus menyampaikan bahwa, tidak pernah merasa meminjam.

Bila tetap mendapatkan penagihan tidak beretika, maka segera blokir semua nomor kontak yang mengirim teror. Lalu, memberitahu seluruh kontak rekan yang tersimpan bahwa jika mendapatkan pesan tentang pinjol agar diabaikan.

“Jangan lupa, segera lapor ke polisi. Kemudian melampirkan surat pelaporan tersebut ke kontak penagih yang masih muncul,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara Bhima Yudhistira menyebut, kasus terkait transfer data gaib pinjol ini bukan yang pertama.

Terkadang, korban bukan langsung mengakses pinjol ilegal. Tapi ketika mengunduh aplikasi lain yang memanfaatkan data pribadi penggunaan untuk diperjualbelikan. Salah satunya untuk kejahatan pinjol ilegal.

Dia mengatakan, modus berbagai pinjol ilegal bervariasi. Sehingga masyarakat wajib waspada ketika ada link atau iklan yang mencurigakan saat membuka website.

“Jangan asal atau buru-buru diklik. Karena ketika itu diklik bisa menyedot data-data yang tersimpan di smartphone,” jelas Bhima.

Dari segi regulasi, lulusan University Of Bradford itu mendorong rancangan undang-undang (RUU) perlindungan data pribadi. Harus ada sanksi yang cukup berat bagi yang terbukti melakukan manipulasi data. Termasuk manipulasi kontrak.

Korban tidak merasa melakukan kontrak pinjaman tapi uangnya masuk. “Nah itu yang kemudian harus ada sanksi pidana bagi para oknum aplikasi yang melakukan pengambilalihan data secara sengaja,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *