NASIONAL

Penghayat Sapta Darma di Kediri Merasa Tenang karena Lebih Diterima di Masyarakat

×

Penghayat Sapta Darma di Kediri Merasa Tenang karena Lebih Diterima di Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Yousep, begitu dia akrab disapa, kemarin mendampingi langsung Jawa Pos Radar Kediri di sanggar. Menurut dia, ajaran Sapta Darma ini diterima oleh Bapa Panutan Agung Sri Gutama di tahun 1910 ini hanya berlandaskan penerimaan wahyu. Ketika itu, nama sang pendiri masih Hardjosapoero, yang berprofesi sebagai tukang cukur di Pare, Kediri.

Lantas, ajaran itu terus berkembang hingga kini pengikutnya di Kediri sudah mencapai 1.000 orang. Mereka tidak hanya berasal dari wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, melainkan ada pula yang berasal dari beberapa daerah yang ada di Indonesia. Kini, aliran kepercayaan ini memiliki kantor pusat di Jogjakarta. “Hampir di semua wilayah pasti ada sanggar,” paparnya.

Bank bjb Tandamata

Tentu ini sebuah kemajuan yang sangat pesat bagi penghayat aliran ini. Bahkan terakhir sejak ada Mahkamah Konstitusi (MK) melegalkan kepercayaan atau penghayat, Yousep semakin yakin bisa diterima masyarakat. “Sebenarnya kalau di Pare sendiri, Sapta Darma sudah dibilang sangat membaur dan tidak dianggap aliran sesat,” tuturnya.

Agaknya, Yousep merasa bahwa penerimaan nasib Sapta Darma di Pare berbeda jauh dengan di wilayah lain, seperti Jawa Barat. Di wilayah Jawa Barat, lanjutnya, para penghayat sudah bisa menuliskan kepercayaannya itu di KTP. Sedangkan di Pare, masih belum ada yang mencantumkannya. Dia lantas menunjukkan KTP-nya yang pada kolom agama masih dikosongkan.