JAWA BARATNASIONAL

Pasien Gempa Cianjur Tak Mau Dirawat di Rumah Sakit, Pengungsi Butuh Bantuan Tenda

×

Pasien Gempa Cianjur Tak Mau Dirawat di Rumah Sakit, Pengungsi Butuh Bantuan Tenda

Sebarkan artikel ini
Warga terdampak gempa membawa barang di Desa Sarampad, Cugenang, Cianjur
SEADANYA: Warga terdampak gempa membawa barang di Desa Sarampad, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, kemarin (26/11). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Efa mengungkapkan, secara akumulatif, jumlah pasien luka yang dirawat di RSUD Sayang Cianjur sebanyak 864 orang. Perinciannya, 317 luka berat dan 547 luka ringan dan sedang. Namun, hingga kemarin yang masih dirawat hanya 37 orang. Terdiri atas 31 korban gempa dan 6 orang dari efek pengungsian. Para pengungsi itu kebanyakan mengalami sakit ISPA dan dehidrasi.

Bank bjb Tandamata

“Kami telah merujuk beberapa korban luka berat ke sejumlah daerah. Saat ini rumah sakit kita siap, tapi memang ada pasien yang tidak mau dirawat di dalam ruangan karena merasa trauma,” ucapnya.

14 Orang Masih Hilang Dicari Hari Ini

Kemarin tim SAR kembali menemukan delapan jenazah. Dengan demikian, total korban meninggal dunia akibat gempa sebanyak 318 orang. Sedangkan korban hilang tinggal 14 orang.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Fajar Setyawan kemarin (26/11). Sementara itu, total korban luka berjumlah 7.729 orang. Perinciannya, luka berat 595 orang dan luka ringan 7.134 orang. ’’Mereka dirawat di beberapa rumah sakit. Termasuk di luar daerah,’’ jelasnya.

Jumlah akumulasi warga mengungsi sebanyak 73.693 orang. Saat ini BNPB dan instansi terkait menyurvei data pengungsi terpilah. Tujuannya, mengetahui distribusi usia, jenis kelamin, dan kelompok rentan di pos pengungsian.

Titik pengungsian yang telah disurvei sebanyak 207 lokasi. Jumlah yang disurvei 21.566 KK dengan total pengungsi sebanyak 45.976 jiwa. Perinciannya, laki-laki 20.002 orang dan perempuan 25.974 jiwa. Kemudian, penyandang disabilitas 65 jiwa dan ibu hamil 750 orang.

“Untuk percepatan distribusi logistik di daerah sulit dijangkau kendaraan besar, saat ini telah dikerahkan sepeda motor,” terangnya.(*)